- Ketahui tipe pasangan. Kenali apa saja yang bisa membuatnya naik pitam, ketahui juga hal-hal yang membuatnya senang.
- Fokus pada masalah yang dihadapi dan jangan melebar ke persoalan yang lain.
- Hindari kata-kata memojokkan pasangan sebagai pribadi. Contohnya, "Kamu brengsek!"
- Pantanglah kata-kata "selalu" dan "tidak pernah" karena terkesan sangat menghakimi. Seperti "Gimana sih kamu kok selalu terlambat jemput anak-anak!" atau, "Kamu enggak pernah bisa tepat waktu."
- Ucapkan maksud Anda dengan kalimat yang jelas dan spesifik. Misalnya,"Saya kecewa kamu terlambat jemput dan tidak menelepon untuk memberi tahu."
- Cari solusi yang bisa memenuhi kebutuhan kedua belah pihak.
- Berhentilah bicara sebelum meledak.
- Hindari menyela atau membantah saat pasangan marah. Setelah amarahnya reda, katakan dengan tenang dan jelas alasan Anda.
- Akui secara jujur jika memang telah membuat kesalahan. Mintalah maaf dan katakan Anda tidak akan mengulanginya lagi.
- Biasakan untuk selalu terbuka pada setiap masalah yang dihadapi. Ketidakterbukaan sering menyebabkan konflik tak berujung. Namun, ungkapkan dengan kata-kata yang tepat, dalam situasi yang tepat pula.
- Tetaplah bersikap tenang dan ramah. Keramahan akan meredam amarah seseorang. Sebaliknya, sikap keras kepala akan membuat amarah pasangan menjadi-jadi.
- Redakan emosi kemudian adakan diskusi yang bertujuan mencari solusi.
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Agustus 2010
Bertengkar Sehat
Idealnya melalui pertengkaran Anda berdua menemukan solusi seimbang. Inilah rambu agar pertengkaran tetap sehat dan tak menghebat.
Langganan:
Postingan (Atom)