Jumat, 13 Agustus 2010

Bertengkar Sehat

Idealnya melalui pertengkaran Anda berdua menemukan solusi seimbang. Inilah rambu agar pertengkaran tetap sehat dan tak menghebat.
  • Ketahui tipe pasangan. Kenali apa saja yang bisa membuatnya naik pitam, ketahui juga hal-hal yang membuatnya senang.
  • Fokus pada masalah yang dihadapi dan jangan melebar ke persoalan yang lain.
  • Hindari kata-kata memojokkan pasangan sebagai pribadi. Contohnya, "Kamu brengsek!"
  • Pantanglah kata-kata "selalu" dan "tidak pernah" karena terkesan sangat menghakimi. Seperti "Gimana sih kamu kok selalu terlambat jemput anak-anak!" atau, "Kamu enggak pernah bisa tepat waktu."
  • Ucapkan maksud Anda dengan kalimat yang jelas dan spesifik. Misalnya,"Saya kecewa kamu terlambat jemput dan tidak menelepon untuk memberi tahu."
  • Cari solusi yang bisa memenuhi kebutuhan kedua belah pihak.
  • Berhentilah bicara sebelum meledak.
  • Hindari menyela atau membantah saat pasangan marah. Setelah amarahnya reda, katakan dengan tenang dan jelas alasan Anda.
  • Akui secara jujur jika memang telah membuat kesalahan. Mintalah maaf dan katakan Anda tidak akan mengulanginya lagi.
  • Biasakan untuk selalu terbuka pada setiap masalah yang dihadapi. Ketidakterbukaan sering menyebabkan konflik tak berujung. Namun, ungkapkan dengan kata-kata yang tepat, dalam situasi yang tepat pula.
  • Tetaplah bersikap tenang dan ramah. Keramahan akan meredam amarah seseorang. Sebaliknya, sikap keras kepala akan membuat amarah pasangan menjadi-jadi.
  • Redakan emosi kemudian adakan diskusi yang bertujuan mencari solusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar